Welcome to Jungle Goliath, Prediksi Amatiran eCommerce Indonesia

Anda tahu kisah david vs Goliath. Dikisahkan bahwa David, seorang pemuda penggembala yang bertubuh kecil serta hanya bersenjatakan ketapel dan batu, berhasil membunuh Goliath, seorang raja berbadan tinggi besar yang memakai baju besi serta bersenjata lengkap. Setelah berhasil mengalahkan Goliath, David pun kemudian dipilih menjadi raja oleh rakyatnya.

Kisah ini menunjukkan bahwa kecerdikan lebih penting daripada kekuatan fisik. Bagi saya, kisah ini mirip dengan apa yang terjadi antara eBay Asia dengan TaoBao di china atau kisah AirAsia layaknya David yang menantang sang Goliath yaitu MAS, detailnya silakan googling sendiri.

Terlepas dari cerita diatas, dunia Internet Indonesia khususnya eCommerce sedang panas dan mendidih, dan kita tahu siapa yang berperan sebagai Goliath disini, yups betul Plasa.com dengan modal 2 Juta US$ nya dengan pestanya yang direncanakan sedemikian meriahnya, lalu siapakah Davidnya ? (Prediksi saya Davidnya bakal banyak), untuk lebih jelasnya saya akan coba bahas satu persatu secara objectif dan mencoba tidak memihak pada siapapun (baca: mudah – mudahan)

Sang Goliath

Plasa.com
Portal ecommerce besutan TELKOM ini dibiayai dengan cukup fantastis 2 JUta US$ dan juga merubah wajah bisnis TELKOM yang notabene fokus di bidang telekomunikasi menjadi Telekomunikasi  dan Teknologi (TIME), dimana untuk developmentnya di outsource ke negara tetangga kalau saya tidak salah ke salah satu perusahaan teknologi informasi di Malaysia selain itu yang patut menjadi perhatian adalah bisnis baru ini di gawangi oleh shinta dhanuwardoyo CEO sekaligus pemilik bubu.com yang nota bene adalah salah satu pemain senior di bisnis internet di tanah air,  lalu bagaimana bisnis model dan teknologinya, berikut yang bisa saya compile dari berbagai sumber di Internet yang notabene belum tentu kebenarannya ( maaf kalau salah) .

Model bisnis eCommerce Plasa.com masih sama dengan model bisnis eCommerce pada umumnya seperti Amazon.com atau eBay.com yaitu mengumpulkan merchant terpusat di Market Place, dan scope merchant hanya berjualan di plasa.com sehingga begitu sukses tentunya plasa.com yang pertama kali merasakan kesuksesan tersebut, namun identitas serta kesuksesan sang merchant tidak kentara. Namun hal menarik yang dilakukan plasa.com adalah mereka mau jemput bola dan mengakuisisi merchant dan melakukan display terhadap produk – produk sang merchant, lalu bagaimana dengan metode transaksinya.

Metode transaksi menggunakan metode escrow account dimana semua transaksi dilarikan ke account plasa.com  baik melalui bank transfer maupun Kartu kredit, dan apabila transaksi merchant melebihi 5 juta rupiah perbulan akan dikenai biaya transaksi, dan merchant dapat melakukan reedem apabila barang telah sampai ke tangan pembeli. Waktu untuk mereedem ditetepkan 2 minggu sekali.

Sejauh yang saya amati mereka menggunakan PHP (Koreksi kalau saya salah) dan menggunakan Oracle sebagai databasenya (Maklum banyak duit), dimana menggunakan platform tersebut sedikit menyimpang dari kebiasaan portal diIndonesia yaitu menggunakan PHP dan MySql, namun bukan masalah platform yang menjadi perhatian saya disini, yaitu user behavior dan layout design, saya lihat plasa.com keluar dengan warna yang cukup berani dan mencolok mata, merah beradu dengan oranye, sah sah saja namun bagi sebagian orang yang saya compile dari twitter banyak yang bilang membuat mata sakit (bukan bermaksud menjelekan). Yang paling gawat yang saya perhatikan adalah kesiapan system, maaf sedikit premature menurut pendapat pribadi saya. Untuk grand launching tanggal 27 Maret 2010 masih banyak bug – bug yang kentara yang saya temukan, contohnya pada saat saya hendak melakukan pembelian di plasa.com melalui kartu kredit terdapat alert yang menyatakan bahwa transaksi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan IE6 atau browser yang setara, What!!!!!! hari gini masih pakai IE6 yang bener aja dan browser yang setara itu browser apa. Saya tunggu sekitar 15 menit proses loading transaksi Kartu kredit tidak kunjung selesai, case closed saya arahkan pointer mouse saya ke pojok kanan atas dan saya klik icon silang. Maaf plasa.com kondisi ini fatal sekali butuh dibenahi, mungkin karena kejar tayang atau deadline hal yang sangat sensitif ini terignore oleh teknisi dari plasa.com.

Overall banyak yang menyambut baik Telkom terjun ke bisnis ini namun sikap profesional dan tanggung jawab perusahaan sekelas Telkom perlu diperhatikan, selain itu reputasi Telkom turut ikut di pertaruhkan dalam percaturan bisnis eCommerce ini.

Sang David
Menurut prediksi saya sang David disini bukan hanya satu bakal ada beberapa kuda hitam yang akan menyaingi sang Goliath namun dari yang saya compile dari beberapa sumber diInternet saya majukan 3 kandidat yaitu Kemana.com, Tokopedia.com dan Juale.com (Tanpa mengurangi rasa hormat kepada sesepuh lain yang sudah bermain cukup lama disini). Mengapa 3 portal eCommerce ini bukannya FJB kaskus atau Bhineka.com misalnya, alasannya adalah FJB kaskus secara teknis adalah forum yang di ubah menjadi Market Place jual beli cukup sulit bagi saya membandingkannya dengan Plasa.com karena core nya berbeda namun keampuhannya patut di acungi jempol. Lalu bagaimana dengan Bhineka.com, yups bhineka.com adalah eCommerce namun hanya khusus menjual produk Komputer sehingga spesifik tidak generik dan bukan merupakan market Place. untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu kandidat sang David.

Kemana.com
Tidak ada yang bisa saya compile lebih jauh mengenai kemana.com ini hanya info – info dari fanspage facebooknya yang memberikan info lebih jauh (http://www.facebook.com/kemanaonlinestore) namun dari berbagai sumber termasuk info dari orang dalam kemana.com ini bertujuan untuk menjadi amazonnya Indonesia dengan mengakuisisi merchant – merchant dengan yang memiliki brand yang sudah top atau establish sehingga akan memudahkan pada saat terjun kepasar (bahasa kerennya : time to market).

Selain strategi diatas produk – produk kerajinan Bali  sepertinya bakal mendapatkan porsi lebih di kemana.com, ya jelasnya saja karena Bali merupakan home base dari kemana.com. Kemana.com dikomandani oleh seorang expatriat bernama Christopher Benz yang telah sukses menjalankan craftnetwork.com yang telah berjalan lebih dari 6 tahun, berdasarkan pengalaman tersebut jugalah ide kemana.com ditelurkan.

Dilihat dari segi teknikal kemana.com sepertinya bakal sebaik craftnetwork.com, saya telah menjajal craftnetwork.com dan saya beri nilai 8 dari skala 1 sampai 10. Christopher Benz nampaknya sudah sangat mengerti mahluk apa itu eCommerce di negara asalnya Amerika serikat, yang belum dia mengerti mahluk eCommerce di Indonesia.

Tokopedia.com
Selain memenangkan bubuaward 2009 dan segudang prestasi yang didapatnya saya turut appreciate dengan kegigihan dari dua orang pendirinya William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison yang membawa tokopedia sejauh ini, beberapa hal yang bisa saya compile adalah :

Berikut pencapaian statistik Tokopedia setelah 6 bulan launching:

23,827 anggota aktif
2,519 toko aktif
41,848 produk
Dengan total perputaran uang yang telah terjadi (transaksi valid): Rp. 1.240.696.757.-

Pencapaian peringkat alexa:
Global: #26,152
Indonesia: #322

Prestasi yang lumayan ok untuk kelas start up, sehingga menarik investor dari luar negeri untuk terjun berinvestasi di bisnis eCommerce ini ( baca : http://tokopedia.wordpress.com/ ). Lalu bagaimana dengan model bisnisnya, sejauh yang saya amati model bisnis masih sama dengan plasa.com namun mereka belum menentukan untuk memulai mengutip dari transaksi, entah sampai kapan belum ada konfirmasi mengenai ini, lalu darimana mereka dapat duit ?,  hanya Tuhan dan mereka yang tahu(hehehe).

Dari segi teknikal saya harus mengakui bahwa mereka rapi, dari yang saya tangkap mereka menggunakan bahasa pemrograman perl yang notabene tidak populer diIndonesia ( Koreksi kalau salah) dan menggunakan database MySql. Kedua pendirinya hidup dijaman Internet maju dan fenomena social media yang mapan sehingga pendekatan user behavior terhadap merchant dan pembeli menggunakan metode social media sehingga tidak terlalu sulit bagi tokopedia.com dalam melakukan driving atau manuver terhadap merchant serta pembeli karena mindsetnya berada di jaman yang sama, selain itu faktor gratis cukup mempengaruhi produktivitas dari tokopedia ini.

Juale.com
Dibandingkan dengan dua calon David diatas nampaknya juale.com memiliki alam yang sedikit berbeda baik dari bisnis model maupun teknikal berikut yang bisa saya compile dari berbagai sumber.

Bisnis model yang diterapkan oleh juale.com adalah bisnis model yang stright yaitu kalau mau bisnis ya harus keluar modal. Juale.com cukup gamblang menelurkan system berbayar apabila anda ingin berjualan di juale.com, namun harga yang ditawarkan terbilang cukup masuk akal bagi pelaku bisnis atau wirausaha karena dengan biaya mulai dari 1 juta setahun anda akan mendapatkan fasilitas seutuhnya dari mulai top level domain (.com/.net/.org), hosting, email account atas nama domain dan system serta design template ecommerce tentunya.  Namun hal tersebut diatas menjadi barier bagi sebagian pengguna internet Indonesia yang terkenal dengan kultur gratisannya, disinilah tingkat ketegasan juale.com  dipertaruhkan, jadi juale.com tidak membuka kesempatan bagi pengguna internet yang ingin coba – coba saja tapi targetnya jelas yaitu pelaku bisnis offline yang mau naik kelas ke online.

Sejauh yang saya gali juale.com cukup giat dalam melakukan edukasi terhadap pasar dengan melakukan seminar dan workshop bisnis online dengan UKM sebagai objectnya. Juale.com dikomandani oleh Nukman Luthfie CEO dari Virtual Consulting sebuah perusahaan konsultan dengan teknologi informasi khususnya internet sebagai core bisnisnya, dimana kemampuan komunikasi di dunia Internet tidak perlu diragukan lagi.

Model transaksi yang diterapkan dijuale.com terbilang cukup beda karena transaksi tidak di pusatkan dijuale.com namun diserahkan seutuhnya kepada sang pemilik toko, plus minusnya tidak bisa saya jabarkan lebih jauh karena tergantung kasus yang timbul, sejauh ini saya belum menemukan kasus negatif yang mencuat.

Dilihat dari sisi teknikal juale.com menggunakan PHP dan MySql, yang cukup menarik perhatian saya adalah setiap merchant diwakili dengan nama domaiannya sendiri contoh tokobaju.com, jadi metode yang digunakan juale.com berbeda dengan market place yang sudah ada seperti menggunakan subdomain atau hanya parameter id saja. Metode ini jelas menguntungkan brand merchant karena mereka mendapatkan top level domain seutuhnya sehingga level brand awarness bagi merchant notabene semakin tinggi.

Plus Minus
Semakin banyaknya Online Market Place diIndonesia membuat semakin banyaknya pilihan bagi calon merchant atau calon pembeli. Mereka memiliki plus minus masing – masing sehingga pasar yang akan menentukan. Namun menurut saya pribadi eCommerce yang baik (Baik ???) dan berhasil adalah :

1. Layanan Customer yang handal
2. System yang user friendly
3. Layout design dan user behavior yang sesuai dengan kultur
4. Lengkapnya metode pembayaran dan pengiriman
5. Infrastructure yang mumpuni
6. dan lain lain

6 faktor diatas tidak melulu didasari dengan belanja modal yang besar sehingga nominal uang bukanlah faktor penentu dalam berhasil tidaknya sebuah market place, kondisi dan kultur memiliki peranan yang tak kalah besarnya. BTW welcome to the jungle Goliath. So pilihan anda jatuh kesiapa ?

Tags: , , , ,

12 Responses to “Welcome to Jungle Goliath, Prediksi Amatiran eCommerce Indonesia”

  1. leonardo says:

    Saya optimis lho gan dengan plasa.com :)

    Salam kenal,
    @killedbymemory

  2. [...] This post was mentioned on Twitter by narko and Ivan Laksana, Ivan Laksana. Ivan Laksana said: Maklum amatiran RT @nrcpts: Mantaff gan ketapel siapin sayang bias RT @ivanlaksana: Welcome to Jungle Goliath, http://bit.ly/bwEkoB [...]

  3. ivanlaksana says:

    To leo, saya juga berharap begitu gan agar pasar terdidik dengan baik oleh plasa.com semoga kondisi sekarang cuma karena kejar tayang, soalnya banyak banget bugsnya man

    :cendol :cendol :cendol

    To Leon : sama sama maju terus tokopedianya

    :shakehand2 :shakehand2

  4. Soal FJB kaskus, bukankah itu warna tersendiri dari ‘ecommerce’ Indonesia?

    btw saya salut sama pak nukman. dia bukan hanya edukasi buta, tapi juga menerapkan branding level sehingga seperti tokobaju.com mendapat brand yang kuat. Sejauh ini Saya pilih Juale – tapi blm tau apa yang mau dijual kalopun ikutan disana

  5. ivanlaksana says:

    Jadi juale.com diperuntukan bagi yang mau serius jualan online + brand building koridornya jelas, konsekwensinya juga jelas hehe harus bayar cuma tunggu saja gebrakan selanjutnya masalah pricing :cendol

  6. Ando says:

    Kayaknya kedepan selain plasa.com, webcommerce bakal tumbuh lebih banyak lagi. Baik yang datang dari Bank sendiri seperti http://www.belibarang.com atau yang datang dari investor2 lokal maupun asing.

    Kalau dari peraturan2 mengenai web commerce belum disinggung banyak do’s and dont’s nya, kita lihat saja nanti apakah persaingannya sehat atau tidak. ^_^

    Jadi 1 goliath VS ratusan david? Ya kalah kaleee…. :P .

  7. Social comments and analytics for this post…

    This post was mentioned on Twitter by nrcpts: Mantaff gan ketapel siapin, sayang bias.. *ngaburr ;)) RT @ivanlaksana: Welcome to Jungle Goliath, Prediksi Amatiran http://bit.ly/bwEkoB...

  8. danangrahadi says:

    Nambah ilmu nambah ngerti.
    Sukses buat david dan goliath, yang penting UKM maju.

  9. indra says:

    davidnya FJB kaskus

  10. Salam kenal dari Jakarta

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco