<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sparkling Idea !</title>
	<atom:link href="http://www.retronets.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.retronets.com/blog</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 18:09:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Scalling Up your web infrastructure dari kacamata newbie (Part 1)</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/05/18/scalling-up-your-web-infrastructure-dari-kacamata-newbie-part-1/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/05/18/scalling-up-your-web-infrastructure-dari-kacamata-newbie-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 17:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[RFTM : Ini bukan tutorial membangun web infrastructure tapi bagaimana menyikapi infrastruktur web
Tulisan ini didasarkan atas postingan twitter beberapa orang yang saya follow dimana salah satunya twitnya adalah &#8220;Yak overloaded lagi. I should stop tweeting my website address. &#8220;. Sebenarnya masalah yang di hadapi oleh orang tersebut adalah masalah yang sama yang sering dihadapi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RFTM : Ini bukan tutorial membangun web infrastructure tapi bagaimana menyikapi infrastruktur web</strong></p>
<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/Search.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-165" title="Search" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/Search-300x298.jpg" alt="" width="210" height="209" /></a>Tulisan ini didasarkan atas postingan twitter beberapa orang yang saya follow dimana salah satunya twitnya adalah &#8220;Yak overloaded lagi. I should stop tweeting my website address. &#8220;. Sebenarnya masalah yang di hadapi oleh orang tersebut adalah masalah yang sama yang sering dihadapi oleh portal &#8211; portal besar di Indonesia sebut saja kaskus.us, detik.com atau kompas.com, bedanya portal &#8211; portal besar tersebut diback up dengan dana yang besar dan orang &#8211; orang yang profesional di bidang web infrastructure, sehingga begitu timbul masalah maka timbul juga solusi, nah intinya saya mau share bagaimana membangun infrastruktur web sesuai dengan kebutuhan (baca: Jangan sampai bunuh nyamuk pake meriam atau heli apache buatan amrik).<span id="more-131"></span>Saya pernah punya beberapa pengalaman bekerjasama dengan vendor &#8211; vendor  hardware besar yang menurut saya jadi rada &#8211; rada maksain semua fitur hardwarenya harus dipakai dan sedikit menakut &#8211; nakuti, seakan &#8211; akan kita harus mempersiapkan infrastruktur sedemikian canggihnya dan kondisi yang terjadi bakal sedemikian mencekamnya, walaupun saya akui fiturnya sangat keren dan canggih namun budgetnya amit &#8211; amit deh (Baca: Kata bung Rhoma sungguh terlalu). Jadi pesan moralnya adalah bagaimana menyikapi kebutuhan yang kita belum tau sebenarnya kebutuhan kita seberapa besar, disinilah fungsinya konsultan berperan dengan segala pengalamannya (Baca: bukan promosi loh, sudah cukup basa basinya get to the point).</p>
<p>Intinya sebuah infrastruktur web minimal terdiri dari :<br />
Web Server<br />
Database Server<br />
Mail Server<br />
Dan Services lain2</p>
<p>dan alur datanya adalah sebagai berikut :</p>
<p>User request -&gt; Web server request-&gt; database -&gt; browser menampilan content (termasuk content porno yang suka muncul tiba dan panik begitu ketahuan bos, yang ini becanda ya)</p>
<p>Jadi sebenarnya menurut pandangan saya environment ada 3 yaitu :<br />
Lokal Browser<br />
Webserver<br />
Database</p>
<p>Permasalahannya begitu banyak user yang membuka website anda dan begitu besarnya pageviews yang terjadi maka kamu harus mempersiapkan diri dari beberapa kemungkinan yang terjadi oleh karena itu saya akan bahas satu persatu :</p>
<p><strong>Lokal Browser<br />
</strong>Ini berhubungan dengan aplikasi website yang kamu bikin, seoptimize apa aplikasi website yang kamu bikin lalu bagaimana mengukurnya<strong>, </strong>caranya coba di firefox kamu install extension google page speed dan yahoo slow lalu jalanin keduanya<strong>.</strong></p>
<p><strong> </strong>Berikut contoh hasil benchmark :<br />
<a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/pagespeed.jpg"><img class="size-full wp-image-144 alignnone" title="pagespeed" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/pagespeed.jpg" alt="" width="500" height="468" /></a><br />
<a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/yslow.jpg"></a></p>
<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/yslow.jpg"><img class="size-full wp-image-145 alignnone" title="yslow" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/yslow.jpg" alt="" width="492" height="392" /></a></p>
<p>Nah kalau masih banyak raport merahnya percuma saja kamu membangun infrastruktur mewah &#8211; mewah dan mahal karena aplikasi kamu tidak optimize, pelajari satu &#8211; satu setiap permasalahannya (Baca : saya gak mau ngajarin, belajar sendiri biar pinter), nah lalu hubungannya dengan lokal browser kita apa ?, jadi gini setiap element (CSS, JS, Image, swf dll) yang terrender di browser lokal kita akan di simpan dan di cache oleh browser tersebut dan element yang sama tidak akan direquest ulang berdasarkan expired headernya jadi kebayang dong kalau ada 1 juta pageviews dan semuanya request terus menerus dan gak diset expired headernya secanggih apapun infrastuktur kamu pasti megap &#8211; megap seperti ikan mau jalan &#8211; jalan didarat.</p>
<p><strong>Web Server</strong><br />
<a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/proxy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-151" title="proxy" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/proxy.jpg" alt="" width="227" height="277" /></a>Ada banyak berbagai macam web server yang sering digunakan di tanah air seperti apache atau nginx, tapi pada intinya adalah web server menerima request dari user dan meneruskannya ke database agar dapat di render di browser. Saya menyarankan sebaiknya sebelum request ke web server ada baiknya anda menghadangnya dengan reverse proxy (Baca : Mahluk apa lagi nih) atau yang dikenal juga sebagai Web Server Acceleration.</p>
<p>Metode ini untuk mengurangi beban pada server web yang sibuk dengan menggunakan web cache antara server dan internet. Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah peningkatan sekuriti. Cara ini adalah  salah satu cara untuk meningkatkan skalabilitas tanpa meningkatkan kompleksitas pemeliharaan terlalu banyak. Jadi intinya reverse proxy memisahkan konten yang statis dan dinamis. Konten yang bersifat statis  di-cache pada proxy reverse sedangkan konten dinamis ditangani oleh web server.</p>
<p>Saya pernah diskusi dengan seorang rekan senasib sepenanggungan masalah reverse proxy ini rekor yang pernah dia sandang adalah dia pernah menghadang 5 juta pageviews dengan hanya bermodalkan 2 buah server, yang menurut istilah saya adalah efesiensi sampai mati, keren <img src='http://www.retronets.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Database<br />
</strong><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/memcached-usage.png"><img class="alignleft size-full wp-image-157" title="memcached-usage" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/memcached-usage.png" alt="" width="176" height="329" /></a>Hmm rule number one bagi saya jangan pernah membebankan request direct to database, 1000% saya jamin kinerjanya bakal kembang kempis mau sebesar apapun skalabilitasnya baik menggunakan cluster database atau tidak so bagaimana dong seharusnya, saran saya gunakan memchaced (Baca: Apaan lagi nih, kata seorang newbie kesaya).</p>
<p>Memchaced atau distributed memory caching system adalah metode menyimpan hasil query dari database kedalam memchace server atau kedalam memory jadi  memchace dapat dianalogikan sebagai tempat sementara menaruh value yang sering di request oleh pengunjung website anda. Misalkan ada seseorang yang request value A dari database anda, maka value A tersebut akan ditaruh di memcache server, jika adaorang lain yang me request value tersebut, value tersebut tinggal diambil dari memcache, inilah yang disebut memcache dapat mengurangi beban database.</p>
<p><strong>Kesimpulan :</strong><br />
Jangan berpikir dulu bahwa infrastruktur web yang baik itu yang canggih, yang mahal dan mewah menggunakan teknologi terkini, bla bla bla stoppppppppp.</p>
<p>Menurut saya Infrastruktur yang baik adalah infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan yang sustainable dan ready to scaling up. Jadi berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya pernah membesarkan infrastruktur yang sifatnya growing bermula hanyaa 1 server kini ada 20 server jadi investasi  seiring dengan perkembangan user dan pageviews, tidak diawal dengan merampok seisi tabungan di bank, ternyata banyak jalan menuju roma dan biasanya kreativitas timbul kalau kita dalam konsisi kepepet (Baca : Kok jadi curhat gini).</p>
<p>Selain itu yang patut digaris bawahi adalah optimalisasi nah kamu mau melakukan optimalisasi dimana ? di web server atau di database, nah kalau di applikasi wajib hukumnya, dan cuma tuhan dan kamu sendiri yang tahu mau dioptimalisasi dimana (Pesan moralnya belajar dari sekarang)</p>
<p><img src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/cendol.gif" style="border:none;background:none;" alt=":cendol" /> Ok sekiranya inilah part 1 dari tulisan sok tahu dari saya mengenai how to scalling Up your web infrastructure  <img src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/tambahan-kaskuser/alay.gif" style="border:none;background:none;" alt=":alay" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/05/18/scalling-up-your-web-infrastructure-dari-kacamata-newbie-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome to Jungle Goliath, Prediksi Amatiran eCommerce Indonesia</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/03/25/welcome-to-jungle-goliath-prediksi-amatiran-ecommerce-indonesia/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/03/25/welcome-to-jungle-goliath-prediksi-amatiran-ecommerce-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 12:58:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[eCommerce]]></category>
		<category><![CDATA[juale.com]]></category>
		<category><![CDATA[kemana.com]]></category>
		<category><![CDATA[plasa.com]]></category>
		<category><![CDATA[tokopedia.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Anda tahu kisah david vs Goliath. Dikisahkan bahwa David, seorang pemuda penggembala yang bertubuh  kecil serta hanya bersenjatakan ketapel dan batu, berhasil membunuh  Goliath, seorang raja berbadan tinggi besar yang memakai baju besi serta  bersenjata lengkap. Setelah berhasil mengalahkan Goliath, David pun  kemudian dipilih menjadi raja oleh rakyatnya.
Kisah ini  menunjukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/david_und_goliath-osmar_schindler.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-116" title="david_und_goliath-osmar_schindler" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/david_und_goliath-osmar_schindler.jpg" alt="" width="177" height="244" /></a>Anda tahu kisah david vs Goliath. Dikisahkan bahwa David, seorang pemuda penggembala yang bertubuh  kecil serta hanya bersenjatakan ketapel dan batu, berhasil membunuh  Goliath, seorang raja berbadan tinggi besar yang memakai baju besi serta  bersenjata lengkap. Setelah berhasil mengalahkan Goliath, David pun  kemudian dipilih menjadi raja oleh rakyatnya.</p>
<p>Kisah ini  menunjukkan bahwa kecerdikan lebih penting daripada kekuatan fisik. Bagi  saya, kisah ini mirip dengan apa yang terjadi antara eBay Asia dengan TaoBao di china atau kisah AirAsia layaknya David yang menantang sang  Goliath yaitu MAS, detailnya silakan googling sendiri.</p>
<p>Terlepas dari cerita diatas, dunia Internet Indonesia khususnya eCommerce sedang panas dan mendidih, dan kita tahu siapa yang berperan sebagai Goliath disini, yups betul Plasa.com dengan modal 2 Juta US$ nya dengan pestanya yang direncanakan sedemikian meriahnya, lalu siapakah Davidnya ? (Prediksi saya Davidnya bakal banyak), untuk lebih jelasnya saya akan coba bahas satu persatu secara objectif dan mencoba tidak memihak pada siapapun (baca: mudah &#8211; mudahan)</p>
<p><span id="more-88"></span><span style="color: #ff0000;"><strong>Sang Goliath</strong></span></p>
<p><strong>Plasa.com<br />
</strong>Portal ecommerce besutan TELKOM ini dibiayai dengan cukup fantastis 2 JUta US$ dan juga merubah wajah bisnis TELKOM yang notabene fokus di bidang telekomunikasi menjadi Telekomunikasi  dan Teknologi (TIME), dimana untuk developmentnya di outsource ke negara tetangga kalau saya tidak salah ke salah satu perusahaan teknologi informasi di Malaysia selain itu yang patut menjadi perhatian adalah bisnis baru ini di gawangi oleh shinta dhanuwardoyo CEO sekaligus pemilik bubu.com yang nota bene adalah salah satu pemain senior di bisnis internet di tanah air,  lalu bagaimana bisnis model dan teknologinya, berikut yang bisa saya compile dari berbagai sumber di Internet yang notabene belum tentu kebenarannya ( maaf kalau salah) .<strong></strong></p>
<p><strong></strong>Model bisnis eCommerce Plasa.com masih sama dengan model bisnis eCommerce pada umumnya seperti Amazon.com atau eBay.com yaitu mengumpulkan merchant terpusat di Market Place, dan scope merchant hanya berjualan di plasa.com sehingga begitu sukses tentunya plasa.com yang pertama kali merasakan kesuksesan tersebut, namun identitas serta kesuksesan sang merchant tidak kentara. Namun hal menarik yang dilakukan plasa.com adalah mereka mau jemput bola dan mengakuisisi merchant dan melakukan display terhadap produk &#8211; produk sang merchant, lalu bagaimana dengan metode transaksinya.</p>
<p>Metode transaksi menggunakan metode escrow account dimana semua transaksi dilarikan ke account plasa.com  baik melalui bank transfer maupun Kartu kredit, dan apabila transaksi merchant melebihi 5 juta rupiah perbulan akan dikenai biaya transaksi, dan merchant dapat melakukan reedem apabila barang telah sampai ke tangan pembeli. Waktu untuk mereedem ditetepkan 2 minggu sekali.<strong></strong></p>
<p>Sejauh yang saya amati mereka menggunakan PHP (Koreksi kalau saya salah) dan menggunakan Oracle sebagai databasenya (Maklum banyak duit), dimana menggunakan platform tersebut sedikit menyimpang dari kebiasaan portal diIndonesia yaitu menggunakan PHP dan MySql, namun bukan masalah platform yang menjadi perhatian saya disini, yaitu user behavior dan layout design, saya lihat plasa.com keluar dengan warna yang cukup berani dan mencolok mata, merah beradu dengan oranye, sah sah saja namun bagi sebagian orang yang saya compile dari twitter banyak yang bilang membuat mata sakit (bukan bermaksud menjelekan). Yang paling gawat yang saya perhatikan adalah kesiapan system, maaf sedikit premature menurut pendapat pribadi saya. Untuk grand launching tanggal 27 Maret 2010 masih banyak bug &#8211; bug yang kentara yang saya temukan, contohnya pada saat saya hendak melakukan pembelian di plasa.com melalui kartu kredit terdapat alert yang menyatakan bahwa transaksi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan IE6 atau browser yang setara, What!!!!!! hari gini masih pakai IE6 yang bener aja dan browser yang setara itu browser apa. Saya tunggu sekitar 15 menit proses loading transaksi Kartu kredit tidak kunjung selesai, case closed saya arahkan pointer mouse saya ke pojok kanan atas dan saya klik icon silang. Maaf plasa.com kondisi ini fatal sekali butuh dibenahi, mungkin karena kejar tayang atau deadline hal yang sangat sensitif ini terignore oleh teknisi dari plasa.com.</p>
<p>Overall banyak yang menyambut baik Telkom terjun ke bisnis ini namun sikap profesional dan tanggung jawab perusahaan sekelas Telkom perlu diperhatikan, selain itu reputasi Telkom turut ikut di pertaruhkan dalam percaturan bisnis eCommerce ini.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Sang David</strong></span><br />
Menurut prediksi saya sang David disini bukan hanya satu bakal ada beberapa kuda hitam yang akan menyaingi sang Goliath namun dari yang saya compile dari beberapa sumber diInternet saya majukan 3 kandidat yaitu Kemana.com, Tokopedia.com dan Juale.com (Tanpa mengurangi rasa hormat kepada sesepuh lain yang sudah bermain cukup lama disini). Mengapa 3 portal eCommerce ini bukannya FJB kaskus atau Bhineka.com misalnya, alasannya adalah FJB kaskus secara teknis adalah forum yang di ubah menjadi Market Place jual beli cukup sulit bagi saya membandingkannya dengan Plasa.com karena core nya berbeda namun keampuhannya patut di acungi jempol. Lalu bagaimana dengan Bhineka.com, yups bhineka.com adalah eCommerce namun hanya khusus menjual produk Komputer sehingga spesifik tidak generik dan bukan merupakan market Place. untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu kandidat sang David.</p>
<p><strong>Kemana.com</strong><br />
Tidak ada yang bisa saya compile lebih jauh mengenai kemana.com ini hanya info &#8211; info dari fanspage facebooknya yang memberikan info lebih jauh (<a href="http://www.facebook.com/kemanaonlinestore" target="_blank">http://www.facebook.com/kemanaonlinestore</a>) namun dari berbagai sumber termasuk info dari orang dalam kemana.com ini bertujuan untuk menjadi amazonnya Indonesia dengan mengakuisisi merchant &#8211; merchant dengan yang memiliki brand yang sudah top atau establish sehingga akan memudahkan pada saat terjun kepasar (bahasa kerennya : time to market).</p>
<p>Selain strategi diatas produk &#8211; produk kerajinan Bali  sepertinya bakal mendapatkan porsi lebih di kemana.com, ya jelasnya saja karena Bali merupakan home base dari kemana.com. Kemana.com dikomandani oleh seorang expatriat bernama Christopher Benz yang telah sukses menjalankan craftnetwork.com yang telah berjalan lebih dari 6 tahun, berdasarkan pengalaman tersebut jugalah ide kemana.com ditelurkan.</p>
<p>Dilihat dari segi teknikal kemana.com sepertinya bakal sebaik craftnetwork.com, saya telah menjajal craftnetwork.com dan saya beri nilai 8 dari skala 1 sampai 10. Christopher Benz nampaknya sudah sangat mengerti mahluk apa itu eCommerce di negara asalnya Amerika serikat, yang belum dia mengerti mahluk eCommerce di Indonesia.</p>
<p><strong>Tokopedia.com</strong><br />
Selain memenangkan bubuaward 2009 dan segudang prestasi yang didapatnya saya turut appreciate dengan kegigihan dari dua orang pendirinya William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison yang membawa tokopedia sejauh ini, beberapa hal yang bisa saya compile adalah :</p>
<p>Berikut pencapaian statistik Tokopedia setelah 6 bulan launching:</p>
<p>23,827 anggota aktif<br />
2,519 toko aktif<br />
41,848 produk<br />
Dengan total perputaran uang yang telah terjadi (transaksi valid): Rp.  1.240.696.757.-</p>
<p>Pencapaian peringkat alexa:<br />
Global: #26,152<br />
Indonesia: #322</p>
<p>Prestasi yang lumayan ok untuk kelas start up, sehingga menarik investor dari luar negeri untuk terjun berinvestasi di bisnis eCommerce ini ( baca : <a href="http://tokopedia.wordpress.com/" target="_blank">http://tokopedia.wordpress.com/ </a>). Lalu bagaimana dengan model bisnisnya, sejauh yang saya amati model bisnis masih sama dengan plasa.com namun mereka belum menentukan untuk memulai mengutip dari transaksi, entah sampai kapan belum ada konfirmasi mengenai ini, lalu darimana mereka dapat duit ?,  hanya Tuhan dan mereka yang tahu(hehehe).</p>
<p>Dari segi teknikal saya harus mengakui bahwa mereka rapi, dari yang saya tangkap mereka menggunakan bahasa pemrograman perl yang notabene tidak populer diIndonesia ( Koreksi kalau salah) dan menggunakan database MySql. Kedua pendirinya hidup dijaman Internet maju dan fenomena social media yang mapan sehingga pendekatan user behavior terhadap merchant dan pembeli menggunakan metode social media sehingga tidak terlalu sulit bagi tokopedia.com dalam melakukan driving atau manuver terhadap merchant serta pembeli karena mindsetnya berada di jaman yang sama, selain itu faktor gratis cukup mempengaruhi produktivitas dari tokopedia ini.</p>
<p><strong>Juale.com</strong><br />
Dibandingkan dengan dua calon David diatas nampaknya juale.com memiliki alam yang sedikit berbeda baik dari bisnis model maupun teknikal berikut yang bisa saya compile dari berbagai sumber.</p>
<p>Bisnis model yang diterapkan oleh juale.com adalah bisnis model yang stright yaitu kalau mau bisnis ya harus keluar modal. Juale.com cukup gamblang menelurkan system berbayar apabila anda ingin berjualan di juale.com, namun harga yang ditawarkan terbilang cukup masuk akal bagi pelaku bisnis atau wirausaha karena dengan biaya mulai dari 1 juta setahun anda akan mendapatkan fasilitas seutuhnya dari mulai top level domain (.com/.net/.org), hosting, email account atas nama domain dan system serta design template ecommerce tentunya.  Namun hal tersebut diatas menjadi barier bagi sebagian pengguna internet Indonesia yang terkenal dengan kultur gratisannya, disinilah tingkat ketegasan juale.com  dipertaruhkan, jadi juale.com tidak membuka kesempatan bagi pengguna internet yang ingin coba &#8211; coba saja tapi targetnya jelas yaitu pelaku bisnis offline yang mau naik kelas ke online.</p>
<p>Sejauh yang saya gali juale.com cukup giat dalam melakukan edukasi terhadap pasar dengan melakukan seminar dan workshop bisnis online dengan UKM sebagai objectnya. Juale.com dikomandani oleh Nukman Luthfie CEO dari Virtual Consulting sebuah perusahaan konsultan dengan teknologi informasi khususnya internet sebagai core bisnisnya, dimana kemampuan komunikasi di dunia Internet tidak perlu diragukan lagi.</p>
<p>Model transaksi yang diterapkan dijuale.com terbilang cukup beda karena transaksi tidak di pusatkan dijuale.com namun diserahkan seutuhnya kepada sang pemilik toko, plus minusnya tidak bisa saya jabarkan lebih jauh karena tergantung kasus yang timbul, sejauh ini saya belum menemukan kasus negatif yang mencuat.</p>
<p>Dilihat dari sisi teknikal juale.com menggunakan PHP dan MySql, yang cukup menarik perhatian saya adalah setiap merchant diwakili dengan nama domaiannya sendiri contoh tokobaju.com, jadi metode yang digunakan juale.com berbeda dengan market place yang sudah ada seperti menggunakan subdomain atau hanya parameter id saja. Metode ini jelas menguntungkan brand merchant karena mereka mendapatkan top level domain seutuhnya sehingga level brand awarness bagi merchant notabene semakin tinggi.</p>
<p><strong>Plus Minus</strong><br />
Semakin banyaknya Online Market Place diIndonesia membuat semakin banyaknya pilihan bagi calon merchant atau calon pembeli. Mereka memiliki plus minus masing &#8211; masing sehingga pasar yang akan menentukan. Namun menurut saya pribadi eCommerce yang baik (Baik ???) dan berhasil adalah :</p>
<p>1. Layanan Customer yang handal<br />
2. System yang user friendly<br />
3. Layout design dan user behavior yang sesuai dengan kultur<br />
4. Lengkapnya metode pembayaran dan pengiriman<br />
5. Infrastructure yang mumpuni<br />
6. dan lain lain</p>
<p>6 faktor diatas tidak melulu didasari dengan belanja modal yang besar sehingga nominal uang bukanlah faktor penentu dalam berhasil tidaknya sebuah market place, kondisi dan kultur memiliki peranan yang tak kalah besarnya. BTW welcome to the jungle Goliath. So pilihan anda jatuh kesiapa ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/03/25/welcome-to-jungle-goliath-prediksi-amatiran-ecommerce-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikan Teri, Ikan Tongkol dan Ikan Kakap serta hubungannya dengan usaha anda</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/03/05/ikan-teri-ikan-tongkol-dan-ikan-kakap-serta-hubungannya-dengan-usaha-anda/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/03/05/ikan-teri-ikan-tongkol-dan-ikan-kakap-serta-hubungannya-dengan-usaha-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 12:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Kira2 sekitar 3 tahun yang lalu  saya pernah berbincang &#8211; bincang dengan seorang cukong (Lupa Namanya), saya berbincang mengenai bisnis dia yang meggurita namun dia tetap berpenampilan sederhana, perbincangan kita sampai kepada perbincangan mengenai  bisnisnya dan dia memiliki beberapa usaha, baik yang kecil &#8211; kecilan sampai yang omsetnya lumayan membuat saya berdecak kagum, yang jelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/KakapKaliber.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-86" title="KakapKaliber" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/03/KakapKaliber.jpg" alt="" width="200" height="213" /></a>Kira2 sekitar 3 tahun yang lalu  saya pernah berbincang &#8211; bincang dengan seorang cukong (Lupa Namanya), saya berbincang mengenai bisnis dia yang meggurita namun dia tetap berpenampilan sederhana, perbincangan kita sampai kepada perbincangan mengenai  bisnisnya dan dia memiliki beberapa usaha, baik yang kecil &#8211; kecilan sampai yang omsetnya lumayan membuat saya berdecak kagum, yang jelas petuah yang sampai sekarang masih saya anggukan ( artinya setuju dengan teori dia) adalah kalau berbisnis itu jangan fokus hanya satu tapi minimal 3 yaitu bisnis ikan teri, tongkol dan kakap (nah loh saya bukan mau bisnis ikan, hehe jangan bingung ini bukan bisnis ikan kok).<br />
<span id="more-83"></span><br />
Jadi intinya begini mengapa kita harus berbisnis minimal 3 :</p>
<p><strong>1. Bisnis Ikan Teri</strong><br />
Bisnis dengan metode ini adalah bisnis yang sifatnya daily, duitnya kecil namun setiap hari ada perputaran uang didalamnya sehingga apabila dihitung secara bulanan akan besar juga nilainya dan bisnis ini dipakai untuk operasional sehari &#8211; hari atau untuk kebutuhan rumah tangga (baik yang sudah berkeluarga ataupun belum)</p>
<p><strong>2. Bisnis Ikan Tonggkol</strong><br />
Nah bisnis ini dari segi omset skalanya menengah tidak datang tiap bulan namun dalam setahun bisa datang dua atau tiga kali, nah hasil dari bisnis ini cocoknya untuk keperluan memanjakan diri seperti liburan atau untuk membeli barang &#8211; barang kesukaan seperti membeli handphone baru misalnya.  (atau lebih bijaknya untuk investasi bisnis baru)</p>
<p><strong>3. Bisnis Ikan Kakap</strong><br />
Bisnis yang skalanya omsetnya cukup besar, nah untuk bisnis yang satu ini hasilnya untuk tabungan hari tua, biaya sekolah anak dimasa depan, biaya mengawinkan anak dan lain2.</p>
<p>Nah inti dari ketiga model bisnis diatas adalah bagaimana agar kamu dapat mengatur  kebutuhan berdasarkan usaha yang kamu miliki sehingga kita sadar diri akan kemampuan kita. Saya sendiri baru punya bisnis yang model ikan tongkol dan baru mau mulai bisnis ikan teri nih hehe, bagaimana dengan anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/03/05/ikan-teri-ikan-tongkol-dan-ikan-kakap-serta-hubungannya-dengan-usaha-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Dia Ponsel dengan Radiasi Tertinggi!</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/22/ini-dia-ponsel-dengan-radiasi-tertinggi/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/22/ini-dia-ponsel-dengan-radiasi-tertinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 15:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Radiasi ponsel sering dituding sebagai penyebab berbagai masalah  kesehatan, salah satunya kanker otak. Sebuah riset menampilkan daftar  ponsel dengan tingkat radiasi paling tinggi. Apa saja?
Riset yang  dilakukan Environmental Working Group (EWG) itu berfokus pada sejumlah  ponsel yang tengah naik daun di pasaran Amerika Serikat. Menurut daftar  rating radiasi ponsel 2010 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/blackberry-bold-9700-new285.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-80" title="blackberry-bold-9700-new285" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/blackberry-bold-9700-new285.jpg" alt="" width="171" height="145" /></a>Radiasi ponsel sering dituding sebagai penyebab berbagai masalah  kesehatan, salah satunya kanker otak. Sebuah riset menampilkan daftar  ponsel dengan tingkat radiasi paling tinggi. Apa saja?</p>
<p>Riset yang  dilakukan Environmental Working Group (EWG) itu berfokus pada sejumlah  ponsel yang tengah naik daun di pasaran Amerika Serikat. Menurut daftar  rating radiasi ponsel 2010 tersebut, beberapa ponsel yang menyajikan  fitur canggih ternyata memiliki emisi radiasi yang tinggi.<br />
<span id="more-79"></span><br />
Menurut Wirelessandmobilenews,  EWG menobatkan Blackberry Bold dan Motorola Droid sebagai  ponsel yang memiliki tingkat radiasi paling tinggi.</p>
<p><strong>Berikut  daftar ponsel beradiasi tinggi yang dilansir EWG :</strong></p>
<ol>
<li>Blackberry Bold 9700, AT&amp;T, T-Mobile,1.55 W/kg</li>
<li>Motorola Droid, Verizon Wireless, 1.50 W/kg</li>
<li>LG Chocolate Touch (VX8575), Verizon Wireless,1.46 W/kg</li>
<li>HTC Nexus One by Google, T-Mobile, 1.39 W/kg</li>
<li>Apple iPhone 3G S, AT&amp;T, 1.19 W/kg</li>
<li>Samsung Instinct HD (SPH-M850), Sprint,1.16 W/kg</li>
<li>Motorola CLIQ with MOTOBLUR, T-Mobile,1.10 W/kg</li>
<li>Samsung Mythic (SGH-A897), AT&amp;T,1.08 W/kg</li>
<li>Pantech Impact, AT&amp;T, 0.92 W/kg</li>
<li>Motorola Brute i680, Sprint, 0.86 W/kg</li>
</ol>
<p><strong><br />
Sementara itu daftar ponsel dengan radiasi rendah</strong> <strong>:</strong></p>
<ol>
<li>Sanyo Katana II [Kajeet]</li>
<li>Samsung Rugby (SGH-a837) [AT&amp;T]</li>
<li>Blackberry Storm 9530 [Verizon Wireless]</li>
<li>Samsung I8000 Omnia II [Verizon Wireless]</li>
<li>Samsung Propel Pro (SGH-i627) [AT&amp;T]</li>
<li>Samsung SGH-t229 [T-Mobile]</li>
<li>Helio Pantech Ocean [Virgin Mobile]</li>
<li>Sony Ericsson W518a Walkman [AT&amp;T]</li>
<li>Samsung SGH-a137 [AT&amp;T, AT&amp;T GoPhone]</li>
<li>LG Shine II [AT&amp;T]</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/22/ini-dia-ponsel-dengan-radiasi-tertinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kura &#8211; Kura, Kelinci dan Keahlian Anda</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/22/kura-kura-kelinci-dan-keahlian-anda/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/22/kura-kura-kelinci-dan-keahlian-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 15:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[core competency]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang aneh dalam tulisan saya diatas? apa hubungannya Kura &#8211; Kura dan Kelinci dengan Keahlian Anda, Judul diatas saya dapat pada saat sesi penutup (Doa) oleh Pak Jamil dari Kubik Leadership pada acara Seminar dan Workshop &#8220;Sukses Memadukan Bisnis Offline dan Online&#8221; yang diadakan oleh juale.com. Walaupun beliau sebenarnya hanya kebetulan mengantar istrinya mengikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/kuya.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-77" title="kuya" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/kuya.jpg" alt="" width="116" height="84" /></a>Ada yang aneh dalam tulisan saya diatas? apa hubungannya Kura &#8211; Kura dan Kelinci dengan Keahlian Anda, Judul diatas saya dapat pada saat sesi penutup (Doa) oleh Pak Jamil dari Kubik Leadership pada acara Seminar dan Workshop &#8220;Sukses Memadukan Bisnis Offline dan Online&#8221; yang diadakan oleh juale.com. Walaupun beliau sebenarnya hanya kebetulan mengantar istrinya mengikuti acara ini.<span id="more-74"></span></p>
<p>Jadi Ceritanya Begini : Siapa yang menang balapan antara Kura &#8211; Kura dan Kelinci ? :</p>
<p><strong>Ronde 1.</strong><br />
Kelinci berlari sekencang &#8211; kencangnya pada suatu titik tertentu dia melihat ke belakang dan kura &#8211; kura masih jauh tertinggal sehingga sang kelinci santai sejenak dan akhirnya tertidur, dia tak menyadari bahwa kura &#8211; kura telah lewat akhirnya kura &#8211; kura mencapai garis finish dan menang balapan ronde 1 , sang kura &#8211; kura menganut faham alon &#8211; alon asal kelakon, sedangkan sang kelinci karena merasa menang diatas angin akhirnya dia sombong dan ceroboh.</p>
<p><strong>Ronde 2.</strong><br />
Sang Kelinci tidak terima dia kalah akhirnya menantang kembali sang kura &#8211; kura, kali ini sang kelinci fokus pada garis finish, wuzzzzzz sang kelinci manjadi pemenangnya, kali ini sang kelinci sadar akan kemampuannya dan tidak mau kalah lagi.</p>
<p><strong>Ronde3</strong>.<br />
Karena kalah dironde ke 2 sang kura &#8211; kura menantang kembali sang kelinci, &#8220;eh kelinci ayo balapan kembali tapi ke arah sana ya&#8221; kata sang kura &#8211; kura, lalu balapan pun dimulai sang kelinci lari secepat kilat Wuzzzzzzzzzzzzz, ngiiiiiiiiiiiiiiiiik lalu ngerem mendadak dia tak menyadari bahwa dia harus melewati sebuah sungai sang kelinci tak bisa berenang, namun sang kura &#8211; kura dengan santainya menyeberangi sungai dan finish menjadi pemenang.</p>
<p>Karena capai balapan akhirnya mereka berdua sepakat akan bekerjasama saja kalau didarat kelinci menggendong kura &#8211; kura dan akhirnya mereka berdua sampai tujuan dengan cepat, apabila di air sang kura &#8211; kura menggendong kelinci sehingga mereka berdua pun sampai ditujuan dengan cepat bila melalui sungai.</p>
<p>Ada dua kesimpulan yang bisa saya dapat dari cerita pak Jamil ini :<br />
1. Janganlah kau berusaha atau bertarung di arena yang bukan memang keahlian atau core competency anda, karena percuma anda sudah tertinggal jauh dari lawan &#8211; lawan anda, maka lakukan lah usaha anda dibidang yang memang sangat anda kuasai.</p>
<p>2.   Apabila keahlian yang tidak anda kuasai tersebut benar &#8211; benar harus anda lakukan dan butuhkan, maka sebaiknya anda bekerjasama dengan yang benar &#8211; benar menguasai core competency tersebut, sehingga dengan bekerjasama anda dapat menjadi kuat begitu pula partner anda, sehingga dalam waktu singkat sukses dapat diraih dalam waktu singkat</p>
<p>Sungguh wejangan dan sentilan yang sangat sederhana namun begitu menyengat Buzzzzzzz, bagaimana dengan anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/22/kura-kura-kelinci-dan-keahlian-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GBuzz hanya masalah Like Dislike</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/11/gbuzz-hanya-masalah-like-dislike/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/11/gbuzz-hanya-masalah-like-dislike/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 15:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet & Technology]]></category>
		<category><![CDATA[buzz]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[ Mengamati perkembangan social media yang kini sudah menjadi komoditi bagi pelaku pemasaran (Baca : bahasa halusnya orang marketing) untuk menjadi sales channel bagi usahanya atau usaha orang lain nampaknya akan menambah target listnya yaitu GBuzz (Baca: Gibass),  keluarga baru dari Google.
Pintarnya Google tak perlu mengumpulkan user dari nol, pengguna gmail lah yang menjadi base [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/googlebuzz_1575276c.jpg"></a><a href="http://www.youtube.com/watch?v=yi50KlsCBio&amp;feature=player_embedded"> </a><img class="alignleft size-medium wp-image-64" title="googlebuzz_1575276c" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/googlebuzz_1575276c-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" />Mengamati perkembangan social media yang kini sudah menjadi komoditi bagi pelaku pemasaran (Baca : bahasa halusnya orang marketing) untuk menjadi sales channel bagi usahanya atau usaha orang lain nampaknya akan menambah target listnya yaitu GBuzz (Baca: Gibass),  keluarga baru dari Google.</p>
<p>Pintarnya Google tak perlu mengumpulkan user dari nol, pengguna gmail lah yang menjadi base usernya yang mereka klaim telah memilik 150 juta pengguna aktif, ditambah dengan API connect ke keluarga google lainnya seperti Blogger, Picasa, Youtube dll + user twitter (Baca: bodohnya twitter bekerjasama dengan google).  Menurut saya secara pribadi langkah yang dilakukan google ini cukup pintar, tidak perlu membangun network dari nol tapi memanfaatkan kekuatan yang sudah ada, dan tentunya save money,  time and resources.<br />
<span id="more-63"></span><br />
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="448" height="275" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/yi50KlsCBio&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="448" height="275" src="http://www.youtube.com/v/yi50KlsCBio&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="449" height="274" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/m-kcVDNi6eg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="449" height="274" src="http://www.youtube.com/v/m-kcVDNi6eg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Nilai plus lainnya menurut saya adalah Gbuzz sangat realtime dan tak ada limitasi karakter, Sehingga membuat twitter terasa sangat usang dengan limitasi 140 karakternya (Baca : Hal yang paling saya benci di twitter),  Selain itu Video, Foto dan link dan lain lain sangat mudah di masukan ke Gbuzz, walaupun belum secanggih Facebook, namun cukup nyaman bagi saya.</p>
<p>Sejauh yang saya amati, mainan baru google ini banyak yang memuji namun banyak juga yang menghujat bahkan mengejek seperti microsoft dan yahoo berikut yang saya kutip dari Financial Times &#8220;Orang sibuk tidak menginginkan jejaring sosial yang lain,&#8221; ucap Microsoft dalam statemennya. Tidak mengherankan jika Microsoft mengejek Buzz, pasalnya mereka turut memegang saham Facebook. Yahoo juga tidak kalah garang mengkritik Buzz. Bahkan menurut mereka, Buzz meniru layanan Yahoo Buzz yang sudah mereka luncurkan terlebih dulu sejak dua tahun lampau.</p>
<p>Kesimpulan saya prokontra muncul Gbuzz ini justru akan menambah kepopuleran dari Gbuzz sendiri, karena dengan banyaknya pihak yang bersuara baik itu positif maupun negatif malah membuat penasaran bagi user gmail yang belum menyentuh GBuzz, saya secara pribadi menyambut positif akan datangnya Gbuzz, bagaimana dengan anda ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/11/gbuzz-hanya-masalah-like-dislike/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ipad Ternyata Sangat Murah</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/11/ipad-ternyata-sangat-murah/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/11/ipad-ternyata-sangat-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 13:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[ipad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Biaya yang dikeluarkan Apple untuk memproduksi satu unit iPad dinilai  jauh melebihi harga jual yang dipatok ke pasaran. Untuk iPad yang paling  murah misalnya yang dibanderol US$ 499, diprediksi hanya memiliki biaya  produksi US$229,35 atau sekitar Rp 2 jutaan.
Menurut lembaga  analis iSuppli, biaya US$ 229,35 tersebut dihabiskan untuk bahan  material [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/iPad-jobs200.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-60" title="iPad-jobs200" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/iPad-jobs200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Biaya yang dikeluarkan Apple untuk memproduksi satu unit iPad dinilai  jauh melebihi harga jual yang dipatok ke pasaran. Untuk iPad yang paling  murah misalnya yang dibanderol US$ 499, diprediksi hanya memiliki biaya  produksi US$229,35 atau sekitar Rp 2 jutaan.</p>
<p>Menurut lembaga  analis iSuppli, biaya US$ 229,35 tersebut dihabiskan untuk bahan  material sebesar US$ 219,35, sedangkan US$10 sisanya dikeluarkan untuk  biaya manufaktur.<br />
<span id="more-59"></span><br />
Komponen yang paling mahal di PC Tablet ini  dinilai berasal dari layar 9,7 inch yang dipasang serta teknologi <em>touchscreen</em> yang diusung. Biayanya, sekitar US$ 89 per unit.</p>
<p>Sementara untuk  iPad versi paling mahal yang dibanderol di harga US$ 829 dikatakan  hanya memiliki biaya produksi US$ 335, sedangkan untuk kelas menengah  sekitar US$ 287.</p>
<p>Sayangnya tidak disebutkan dengan jelas  darimana iSuppli mendapat bocoran biaya produksi gadget anyar Apple  tersebut. Hanya saja disebutkan bahwa iPad begitu mirip dengan iPhone  dan menggunakan sistem operasi yang sama.</p>
<p>Masih mau beli ipad, bagaimana menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/11/ipad-ternyata-sangat-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Saingi Facebook dengan Buzz</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/10/google-saingi-facebook-dengan-buzz/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/10/google-saingi-facebook-dengan-buzz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 15:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet & Technology]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Google  menciptakan situs jejaring sosial melalui layanan email-nya,  guna menandingi Facebook.
Jaringan Gmail terbaru yang dinamai Google Buzz ini memiliki banyak fitur untuk menjalin komunikasi dengan teman dan keluarga seperti halnya di Facebook. Jaringan ini diluncurkan seminggu setelah Facebook mengadakan perubahan tampilan website-nya.
Facebook meletakkan daftar teman yang sedang online di sebelah kiri pada halaman depannya, begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/20100210_081505_gogle-b.gif"></a><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/20100210_081505_gogle-b.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-54" title="20100210_081505_gogle-b" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/20100210_081505_gogle-b-300x236.gif" alt="" width="300" height="236" /></a>Google  menciptakan situs jejaring sosial melalui layanan email-nya,  guna menandingi Facebook.</p>
<p>Jaringan Gmail terbaru yang dinamai Google Buzz ini memiliki banyak fitur untuk menjalin komunikasi dengan teman dan keluarga seperti halnya di Facebook. Jaringan ini diluncurkan seminggu setelah Facebook mengadakan perubahan tampilan website-nya.</p>
<p>Facebook meletakkan daftar teman yang sedang online di sebelah kiri pada halaman depannya, begitu juga dengan Gmail. Namun, fitur dalam Google Buzz tak akan menjangkau pengguna Gmail di seluruh dunia yang mencapai 176 juta hanya dalam beberapa hari.</p>
<p>Seperti Facebook, pengguna Google Buzz dapat meng-update status tentang yang sedang mereka pikirkan atau lakukan pada saat itu dan membaginya dengan dunia. Pengguna Buzz juga dapat melihat status orang lain dan mengomentarinya. Buzz juga dapat menampilkan video, foto, dan link ke sebuah website.<span id="more-53"></span></p>
<p>Penemu Google Sergey Brin tampak optimistis Google Buzz akan meraih kesuksesan. Facebook hanya sedikit berkomentar mengenai Google Buzz. &#8220;Kami sangat mendukung teknologi yang dapat membuat internet menjadi lebih sosial. Kami juga menanti melihat perkembangan Google Buzz,&#8221; kata pihak Facebook.</p>
<p>Persaingan antara Facebook dan Google telah memanas sejak Facebook menjual 1,6% sahamnya ke Microsoft pada 2007. Facebook kemudian bergerak lebih jauh dengan merekrut manajer periklanan Microsoft, Sheryl Sandberg, menjadi kepala pelaksana operasionalnya.</p>
<p>Kita tunggu saja pertarungan seru antara Google dan facebook seri kedua ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/10/google-saingi-facebook-dengan-buzz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WordPress 3.0 Custom Background Support</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/10/wordpress-3-0-custom-background-support/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/10/wordpress-3-0-custom-background-support/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Word Press]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fitur  Wordpress 3.0, akan memiliki fitur tambahan untuk Custom Image Header dan juga Custom Background Support.  Snapshot pertama adalah contohnya. Untuk  menggunakan fungsinya dapat dilihat pada functions.php dan scriptnya seperti ini :
add_custom_background();

Setelah itu, Pada backend Anda di bawah menu Penampilan Custom Background akan tersedia.

Setelah mengupload sebuah gambar, anda memiliki pilihan untuk mengaktifkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wcid-attending-250.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-57" title="wcid-attending-250" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wcid-attending-250.jpg" alt="" width="168" height="168" /></a>Salah satu fitur  Wordpress 3.0, akan memiliki fitur tambahan untuk Custom Image Header dan juga Custom Background Support.  Snapshot pertama adalah contohnya. Untuk  menggunakan fungsinya dapat dilihat pada functions.php dan scriptnya seperti ini :<span id="more-42"></span></p>
<pre>add_custom_background();
</pre>
<p>Setelah itu, Pada backend Anda di bawah menu Penampilan Custom Background akan tersedia.</p>
<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-step-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-43" title="wordpress-custom-background-step-1" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-step-1.jpg" alt="" width="400" height="320" /></a><br />
Setelah mengupload sebuah gambar, anda memiliki pilihan untuk mengaktifkan &#8220;Tile latar belakang&#8221; dan menghapus gambar latar belakang.</p>
<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-step-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-44" title="wordpress-custom-background-step-2" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-step-2.jpg" alt="" width="400" height="506" /></a></p>
<p>Berikutlah hasilnya Ya mirip &#8211; mirip merubah background di Twitter lah, penasaran dengan WP3  tunggu tanggal mainnya</p>
<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-frontend.jpg"></a><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-frontend.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-45" title="wordpress-custom-background-frontend" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/wordpress-custom-background-frontend.jpg" alt="" width="400" height="202" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/10/wordpress-3-0-custom-background-support/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjualan Nexus One Besutan Google Jeblok Dipasaran</title>
		<link>http://www.retronets.com/blog/2010/02/08/penjualan-nexus-one-besutan-google-jeblok-dipasaran/</link>
		<comments>http://www.retronets.com/blog/2010/02/08/penjualan-nexus-one-besutan-google-jeblok-dipasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 16:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivanlaksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet & Technology]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nexus one]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.retronets.com/blog/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya Google harus menelan kekecewaan karena ponsel besutannya,  Nexus One, ternyata kurang &#8216;garang&#8217; di pasaran. Sebulan melenggang di  pasar, ponsel ini hanya terjual 80 ribu unit.
Jika  dibandingkan dengan pesaing seperti Motorola Droid dan iPhone,  penjualan ponsel yang diberi label &#8216;ponsel super&#8217; ini memang terbilang  memprihatinkan. Dalam sebulan pertama debutnya, Droid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/nexus-one-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-40" title="nexus-one-1" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/nexus-one-1.jpg" alt="" width="179" height="136" /></a>Sepertinya Google harus menelan kekecewaan karena ponsel besutannya,  Nexus One, ternyata kurang &#8216;garang&#8217; di pasaran. Sebulan melenggang di  pasar, ponsel ini hanya terjual 80 ribu unit.</p>
<p>Jika  dibandingkan dengan pesaing seperti Motorola Droid dan iPhone,  penjualan ponsel yang diberi label &#8216;ponsel super&#8217; ini memang terbilang  memprihatinkan. Dalam sebulan pertama debutnya, Droid mampu terjual  sebanyak 525 ribu unit, sementara iPhone sebanyak 600 ribu unit.<span id="more-33"></span></p>
<p><a href="http://www.youtube.com/googlenexusone?utm_source=nexusonesite&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=embed#p/c/A0C89D3CC9D9A631"></a><a href="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/Nexus_One_01.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-37" title="Nexus_One_01" src="http://www.retronets.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/Nexus_One_01.jpg" alt="" width="348" height="400" /></a><br />
<a href="http://www.youtube.com/googlenexusone?utm_source=nexusonesite&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=embed#p/c/A0C89D3CC9D9A631/2/ZYTItAcR11A">Nexus One On Youtube</a></p>
<p>Diperkirakan  penyebab melempemnya penjualan Nexus One adalah karena cara  penjualannya yang &#8216;kurang lazim&#8217;, khususnya bagi konsumen Amerika  Serikat. Jika pada umumnya produsen ponsel di AS mem-<em>bundling</em> ponselnya dengan operator, Google memilih menjual ponselnya melalui  situs <a href="http://www.google.com/phone" target="_blank">http://www.google.com/phone</a>.</p>
<p>Faktor  lain yang disinyalir menjadi penyebab lesunya penjualan Nexus One  adalah karena kurang gencarnya iklan. Ini berbeda dengan Droid dan  iPhone yang rajin menyapa konsumen melalui iklan TV maupun web.</p>
<p>Selain  itu, performa 3G Nexus One yang dinilai buruk serta masalah customer support yang tidak  memadai juga disinyalir sebagai penyebab terpuruknya penjualan ponsel  tersebut.</p>
<p>Kali ini Google salah langkah atau lebih tepatnya salah kaprah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.retronets.com/blog/2010/02/08/penjualan-nexus-one-besutan-google-jeblok-dipasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
